Agung Risko Susanto
Source: http://www.amronbadriza.com/2012/06/cara-membuat-teks-bergerak-di-blog.html#ixzz2GQTATQd0

Sabtu, 10 Desember 2011

Metal Gear Solid HD Collection

Sebuah game yang layak disebut sebagai masterpiece memang masih jarang. Selain harus memenuhi unsur gameplay, grafis, sound, dan story yang memukau, apa yang disajikan kepada gamer haruslah unik. Rasanya semua gamer veteran (baca: tua) setuju kalau semua unsur tersebut ada pada seri Metal Gear Solid yang diklaim sebagai salah satu karya terbaik dan layak menyandang status “masterpiece” di dunia gaming. Konsep permainan yang unik dan storyline sekelas Hollywood, membuat franchise ini mempunyai banyak sekali penggemar.
Sudah menjadi trademark bahwa game ini membutuhkan kesabaran tingkat tinggi. Berlari dan menembak membabi buta a la Rambo berarti bunuh diri. Being undiscoverable adalah cara yang paling disarankan, disamping harus jeli mengamati lingkungan sekitar dan gerak gerik musuh. Bersembunyi di dalam kardus mungkin bisa jadi pilihan jika terdesak. Perhatikan pula tingkat keefektifan Camo Index. Terkoyak oleh buaya saat berenang atau sakit perut ketika makan jamur beracun? Obati sendiri lukamu. Semua hal unik tersebut terangkum apik di Metal Gear Solid HD Collection. Patut digaris bawahi bahwa review kali ini dijamin spoiler-freeWell, untuk berjaga-jaga jika ada gamer yang belum pernah memainkan seri ini sebelumnya.
Masuk di tampilan utama maka gamer akan melihat title screen yang terbagi menjadi tiga bagian. masing-masing bagian merepresentasikan game yang berbeda pula. Urutan dari kiri ke kanan menunjukkan alur kronologis storyline dari Metal Gear Solid. Pertama adalah Snake Eater (PS2) yang dirilis tahun 2004, mengambil setting tahun 1964. Kedua, Peace Walker (PSP) yang dirilis 2010 silam, dengan setting tahun 1974, dan yang terakhir Sons of Liberty (PS2) yang dirilis tahun 2001 dengan setting waktu 2007-2009.
METAL GEAR SOLID: SNAKE EATER 
Mari kita mulai dari Snake Eater di mana kita berperan sebagai Naked Snake. Menceritakan pada saat era perang dingin dimulai setelah perang dunia kedua berakhir. Dunia terbagi menjadi dua: blok barat dan blok timur atau bisa disederhanakan menjadi Amerika versus Rusia (saat itu Uni Soviet). Kalau sudah begini bisa ditebak siapa yang good guys dan siapa yang bad guys. Cikal bakal Metal Gear dihadirkan dalam bentuk yang tak asing dengan kendaraan tempur jaman sekarang. Dan tentu saja gamer harus menghalangi senjata pemusnah ini berkeliaran di luar. Tak hanya berhenti disitu, twistcerita bakal diguncang dengan pengkhianatan tokoh yang begitu penting untuk Snake.
Snake Eater pernah menjadi salah satu primadona di era kejayaan PS2. Mau dibandingkan dengan game apapun, tetap saja game ini memiliki kualitas grafis yang memukau. Gameplay yang dihadirkan juga amat menarik, untuk pertama kalinya gamer harus melakukan sneaking mission di tengah hutan belantara, amat kontras dengan dua game sebelumnya. Selain harus “menyatu dengan alam”, gamer juga harus memperhatikan kondisi fisik Snake. Hal ini bisa dilakukan dengan memakan secara berkala dan mengobati luka secara spesifik. Sangat menantang karena keselamatan Snake juga dibarengi dengan seberapa jeli gamer untuk menghindari musuh yang berpatroli.
Dalam edisi HD, Snake Eater mengambil versi Subsistence dengan free camera control. Sayangnya, tidak semua konten Subsistence dihadirkan. Paling tidak, dua game bonus dari era 8-bit, Metal Gear 1 dan Metal Gear 2 versi MSX masih bisa dimainkan. Perbedaan mendasar dari game originalnya tentu bisa dilihat dari aspek grafisnya. Detail dan tekstur karakter dan lingkungan dipertajam. Pohon, aliran sungai, dan suasana hutan yang real membuat game ini nampak lebih hidup.

0 komentar:

Posting Komentar