Jarang sekali ada game yang berani menampilkan unsur suatu kepercayaan/agama sebagai plot utama. El Shaddai: Ascension of the Metatron nampaknya mengambil resiko ini dengan menyajikan cerita yang terinspirasi dari Book of Enoch yang terkenal dengan kontroversinya karena masuk dalam kategori kitab apokrif (bahasa Yunani: terselubung, rahasia) dimana dalam kitab ini disebutkan tentang peristiwa the fallen angels, semacam surga, eksistensi para raksasa hasil keturunan malaikat dengan manusia, dan hal-hal lain yang mungkin bisa dapat membuat dahi kita berkerut.
Jadi jangan kaget bila ketika memainkan game ini ada banyak nama yang familiar dengan ajaran Nasrani maupun Yahudi. Enoch atau biasa dikenal sebagai Henokh yang beberapa kali disebutkan dalam Alkitab diakui sebagai keturunan ketujuh dari Adam. Cerita dalam game ini pun tak jauh dari situ. Secara garis besar, dikisahkan ada tujuh malaikat yang memberontak dan turun ke bumi untuk membinasakan umat manusia. Tuhan yang murka mengutus Enoch untuk mengembalikan atau lebih tepatnya mengirim paksa ketujuh malaikat tersebut ke surga.
Enoch tak begitu saja turun ke medan perang. Sebelumnya ia dibekali armor serta senjata suci keren. Enoch pun diawasi oleh Lucifel, yang di dalam game ini bertindak sebagai guide, narator, dan merangkap sebagai save point. Presentasi save point sangat unik. Lucifel akan menghubungi Yang Maha Kuasa dengan...sebuah telpon genggam!
Enoch tak begitu saja turun ke medan perang. Sebelumnya ia dibekali armor serta senjata suci keren. Enoch pun diawasi oleh Lucifel, yang di dalam game ini bertindak sebagai guide, narator, dan merangkap sebagai save point. Presentasi save point sangat unik. Lucifel akan menghubungi Yang Maha Kuasa dengan...sebuah telpon genggam!
Dibalik berbagai keunikan dalam plot cerita yang tak biasa ini, grafis El Shaddai sangatlah memukau. Berbeda dengan game mainstream yang berlomba menampilkan visual 3D yang realistis, El Shaddai malah mencuri ilmu dari game Okami yang kental dengan unsur warna-warna pastel nan indah. Gamer akan melihat keartististikan desain visual game layaknya lukisan bergaya renaissance yang sarat dengan unsur estetika.
Area yang gamer temui bermacam-macam, dan sepertinya disesuaikan dengan identitas boss yang nantinya akan dihadapi oleh Enoch. Ada area yang menampilkan pola-pola abstrak, platform-platform transparan, bahkan ada area yang lebih mirip area disko dengan latar musik techno ketimbang medan tempur yang berkesan sadis.







0 komentar:
Posting Komentar